Kamis, 16 Desember 2010

Picture of The Day

 "Kaki kami tetap berpijak dengan mantap di bumi dan kami sadar harus bekerja keras untuk menggapai visi dari langit, lalu menebarkannya ke bumi" 
MENITI JALAN EKONOM RABBANI

Rabu, 15 Desember 2010

Kupinang Engkau (Seri Ekonomi Syariah)



Terinspirasi dari lagu Kupinang Engkau (Gradasi), pada aksi damai Kampanye Nasional lalu seorang "oknum" (maaf) mengubah liriknya untuk digunakan sebagai kepentingan jingle kampanye nasional, berikut rangkaian liriknya... :)  

Kupinang Engkau tanpa bunga
Kokoh dan suci transaksi kita
Kutambatkan hati dengan syariah
Arungi bersama gapai barokah

Jika godaan bunga menyapa
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika dapatkan rizki berlimpah
Ingatlah tuk selalu syukur pada-Nya


Hadapi gelombang kemiskinan
Ikhtiar tegar tawakal
Arungi samudera kehidupan
Ingatlah pada sesama


*) memohon maaf sebelumnya kepada Gradasi, semoga Allah berikan pahala sebesar-besarnya.

Senin, 13 Desember 2010

Membangun Komitmen Dakwah Ekonomi Islam


Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
(Al Anfaal: 60)

Pengangguran, penimbunan barang, jeratan-jeratan hutang, krisis dunia yang terus berulang-ulang, merupakan sebagian kecil dari bencana-bencana ekonomi dunia yang ditimbulkan oleh ekonomi kapitalis. Terjadinya kemiskinan yang semakin meluas di negara dunia ketiga dan ekploitasi ekonomi dari sekelompok negara maju terhadap negara-negara berkembang telah menciptakan penjajahan gaya baru. Kekacauan terjadi, tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tetapi telah meluas menyentuh pada wilayah hukum, sosial budaya, bahkan kancah pertarungan politik. Kriminalitas dan konflik-konflik sosial menjadi peristiwa keseharian yang menunjukkan ketimpangan sosio-ekonomi, sehingga yang terlihat adalah instabilitas, dimana kemajuan tidak bermakna kesejahteraan. Beberapa pakar ekonomi pun memprediksikan sebuah krisis yang maha dahsyat yang akan terjadi.

Mahasiswa dan Revolusi Ekonomi


"Dari sederetan peristiwa-peristiwa keterlibatan mahasiswa sudah tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa mahasiswa memang mampu mengambil peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Mahasiswa dengan semangat idealismenya dan hati nurani yang menjadi pedoman pergerakannya masih berkomitmen dalam mengambil peran terhadap berbagai permasalahan bangsa ini."

Kita, mahasiswa adalah generasi muda yang dikenal memiliki semangat, penuh dedikasi, enerjik, cerdas dan sudah barang tentu berilmu. Sebab kita digodok di sebuah tempat yang bernama kampus. Terlebih apabila kita tengok sedikit perjuangan bangsa ini, tidak terlepas dari peran serta dari sosok yang bernama mahasiswa.

Di tahun 1928, Ada sosok seperti Wahidin Sudiro Husodo, seorang mahasiswa Stovia, Jakarta. Bersama rekan-rekannya, dia bisa menghimpun banyak pemuda dan lahirlah Sumpah Pemuda, yang bisa mengikat komponen bangsa untuk bersatu, di bawah bayang-bayang penjajahan Belanda.

Setelah itu, lahirlah sosok Bung Hatta dan Sutan Syahrir, dengan kumpulan Pelajar Indonesia-nya di negeri Belanda, memberi semangat kepada pemuda lain, untuk lepas dari kungkungan penjajah. Dan dengan pemikiran-pemikirannya memberi kontribusi besar dalam rangka kelahiran sebuah negeri bernama Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...