Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2010

Membangun Komitmen Dakwah Ekonomi Islam


Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
(Al Anfaal: 60)

Pengangguran, penimbunan barang, jeratan-jeratan hutang, krisis dunia yang terus berulang-ulang, merupakan sebagian kecil dari bencana-bencana ekonomi dunia yang ditimbulkan oleh ekonomi kapitalis. Terjadinya kemiskinan yang semakin meluas di negara dunia ketiga dan ekploitasi ekonomi dari sekelompok negara maju terhadap negara-negara berkembang telah menciptakan penjajahan gaya baru. Kekacauan terjadi, tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tetapi telah meluas menyentuh pada wilayah hukum, sosial budaya, bahkan kancah pertarungan politik. Kriminalitas dan konflik-konflik sosial menjadi peristiwa keseharian yang menunjukkan ketimpangan sosio-ekonomi, sehingga yang terlihat adalah instabilitas, dimana kemajuan tidak bermakna kesejahteraan. Beberapa pakar ekonomi pun memprediksikan sebuah krisis yang maha dahsyat yang akan terjadi.

Sabtu, 11 Desember 2010

Kembali ke Barisan !!

Tulisan kali ini saya khususkan teruntuk saudaraku para punggawa risalah yang berada di luar barisan dakwah dengan berbagai macam alasan. Mungkin karena tengah melepas lelah yang entah sampai kapan, atau tengah dirundung rasa bosan yang sudah kronis tak berujung, atau lelah dengan segala kerja-kerja dakwah dan pengorbanannya, atau terlampau asyik dengan kenikmatan lain di dunia lain, atau ruang hatinya telah penuh dengan kecewa akibat prasangka-prasangka yang tak kunjung mendapat tabayun, atau hanya sekedar salah mengartikan sayang Kekasihnya, Allah SWT, ia kira ia mendapat hukuman padahal sebuah ujian kemuliaan.


Kepada mereka semua saya serukan dengan sepenuh hati dan dengan segala kerendahan hati, kembali ke barisan!!! Jalan kemuliaan sudah merindukan tetes keringatmu untuk menyejukkannya, angkasa medan perjuangan mendambakan pekikan-pekikan takbirmu yang lantang.

Rabu, 10 November 2010

Tugas Ekonom Rabbani: Mewujudkan Indonesia Tanpa Riba

Indonesia kini tengah menghadapi masalah serius dalam sistem ekonomi yang diterapkan oleh hampir seluruh rakyatnya. Sistem ekonomi warisan belanda yang masih menggunakan bunga dalam setiap transaksi jual beli maupun hutang-piutang memberikan suatu konsekuensi jangka panjang yang sangat merusak sistem ekonomi secara keseluruhan. Perputaran uang yang menggunakan bunga (riba) dapat menimbulkan inflasi, ketidakstabilan ekonomi, dan peningkatan utang luar negeri diluar batas rasional. Bahkan akibat riba, hutang pemerintah Indonesia kini mencapai 180,7 milliar dollar, karena setiap tahun tingkat bunga yang harus dibayar semakin meningkat. Bukankah bunga yang berlipat ganda dilarang oleh Islam? Apa yang harus dilakukan oleh seorang ekonom rabbani ketika situasi ini semakin tak dapat dihindarkan?

Tugas seorang ekonom rabbani adalah berpikir dan bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapi pada zamannya, ketika keadaan ekonomi tidak sesuai dengan idealisme-nya. Yaitu bertindak berlandaskan dasar yang kuat terhadap teori ekonomi dan ilmu agama agar ekonomi tidak masuk lebih dalam ke jurang ribawi. Ekonom rabbani mulai dari Ibn Khaldun sampai dengan Umer Chapra telah membuktikan bahwa seorang ekonom yang tidak memiliki idealisme dalam menjalankan teori-teori ekonominya bukanlah seorang ekonom patut dicontoh, karena mereka hanya berdasar pada asumsi tanpa dasar yang kuat yaitu dasar Agama. Bahkan seorang intelektual dari Norwegia, Hans Majestet Christian, dalam dialog dengan ketua SEF UGM berkata, Ekonomi global sekarang tengah dilanda krisis yang mungkin akan terulang dua tahun lagi, tidak heran apabila Vatikan bahkan menganjurkan bankir-bankir di Eropa menggunakan Prinsip Keuangan Syariah karena prinsip syariah dapat menyelamatkan krisis.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...